Kak Ika, apa kabarmu? salam
kenal ya. Ini (semacam) surat pertama ku untukmu, mudah-mudahan juga bukan yang
terakhir. Hari ini aku mendapat tantangan menulis surat di #30HariMenulisSuratCinta,
untuk menulis surat pada selebtwitt.
Kak, Aku sempat congkak dengan
bicara seperti ini dalam hati “Ah, kalau surat yang macam begini mah, gampang. Membikin suratnya tak masalah lah, toh
palingan isinya cuman kata-kata pujian dan terimakasih karena telah menjadi
inspirasi dengan twit-twitnya, gampanglah itu”. Kecongkakkan ku hanya bertahan
3 menit kak. Kenapa? Pertama, surat itu mau aku tujukan buat siapa? Mau bikin
surat kesiapa coba? Selebtwit yang aku ikuti lelaki semua, tak ada ceweknya. Kedua,
mau nulis yang seperti apa? Bolehlah isinya pujian atau ucapan terimakasih, tapi
itu doang? Tak ada yang lain? Pendek amat suratnya?
Paragraf diatas
itu gambaran dialogku dengan diri sendiri beberapa hari lalu. Seperti orang
dungu memang.
Seperti ku bilang, itu pikiranku
beberapa hari yang lalu, namun pagi tadi aku memutuskan untuk menulis surat ke
kamu saja, kak. Ya, persoalan pertama ku terselesaikan berkat ada kamu. Kamu selebtwit
yang akan aku kirimkan satu surat yang aku bikin sendiri. Engkau wanita dan aku
sudah men-stalking-stalking Twittermu.
Menarik-menarik twit dan foto-fotomu itu ku lihat. Aku absolutely a hundred percent sure engkau selebtwit yang bisa
menginspirasi followers mu, in a good way.
Persoalan kedua yang musti aku
selesaikan. Aku bingung dan kikuk, mau menulis surat seperti apa untukmu. Menurutku
kita belum kenalan secara formal. Belum pernah berkomunikasi sebelumnya,
kecuali kebaikanmu meninggalkan jejak komentar di blog yang aku bikin (untuk yang
ini aku berterimakasih sekali, kak), selain itu belum ada interaksi yang terjadi
diantara kita. Bahkan nama lengkapmu saja aku tak tau siapa. Aku tak yakin
Elikah Vuje nama lengkap pemberian orang tua mu, atau memang itukah namamu? Atau
kamu kerja atau masih kuliah, masih single atau bagaimana, umurmu atau berat
badanmu berapa. Aku tak tahu semua itu. Oh, Untuk dua yang terakhir itu tak
akan benar-benar aku tanyakan, percayalah..J
Ketika usahaku untuk lebih
mengenal dan menulis surat utukmu, selain stalking
twitter aku juga mengandalkan Google. Tak banyak yang kutemukan.
Ketika upayaku men-stalking dan mencari segala hal berupa informasi
atau apapun tentangmu, aku menemukan tautan ke sebuah blog. Blog soal ramalan
nama. Jadi dari blog itu kita akan tahu kira-kira pekerjaan apa yang cocok buat
kita. Karena penasaran dengan namamu dan apa kira-kira perkerjaanmu sebenarnya,
jadilah namamu ku masukkan untuk diramal.
Ketika aku isi dan klik ramalan
tersebut aku memasukkan nama akun twitter mu, Ika Vuje, dan lihatlah menurutnya
masa depanmu adalah: Pakar Shoping. Hanya itu ramalanya dan aku kira itu ada
benarnya. Bukankah setiap wanita biasanya terlahir dengan bakat alami dalam berbelanja?
Dan dilihat dari pakaian yang kau gunakan di setiap foto-fotomu di twitter itu
menunjukkan kepakaranmu dalam berbelanja baju-baju.
Namun karena
masih penasaran pada namamu dan pekerjaanmu aku mencoba memasukkan nama yang
lain. Entah mana profesi yang akan lebih engkau pilih kelak di masa depan. Ramalan
masa depanmu berikutnya dengan nama Elikah Vuje adalah: Tukang Mie Kocok. Menurutku
ini sungguh memukul harga diri atau menambah gengsi? Mungkin dimasa depan kau
bisa membuka usaha kuliner yang bergerak di bidang permie-mian. Mie kocok dan
mie goyang, misalnya.
Selain memasukkan namamu aku juga mencoba namaku sendiri di mesin
peramal ajaib ini. Aku memasukkan nama Afrital Rezki dan masa depan aku menjadi:
Guru Les Gitar. Aku pikir ini masuk akal dan ada logikanya karena aku suka main
gitar walau tak jago-jago amat dan ayah ku seorang guru. Mungkin suatu saat aku
akan menjadi guru kesenian atau semacam itu.
Percobaan berikutnya, bukankah manusia pada dasarnya tak pernah puas? Aku
mencoba menggunakan nama akun Twitter untuk melihat masa depan ku kira-kira
akan seperti apa. Nah, saudara-saudara, lihatlah, masa depanku sebagai
iTalkspace adalah: Tukang Sate Padang. Ini sungguh diluar dugaan dan tak pernah terpikirkan sebelumnya. Meski sebenarnya
aku aslinya memang dari Padang, Sumatera Barat.
Karena masih penasaran siapa kau sebenarnya kak Ika, maka sekali
lagi aku beranikan diri untuk memasukkan namamu di mesin ramalan itu. Nama yang
ku masukkan adalah nama ketika kau meninggalkan jejak komentar di blog, Ika Pos
Cinta. Dan lihatlah, masa depanmu sebagai Ika Pos Cinta adalah: Tukang
Gado-Gado. Kupikir bakatmu lebih banyak dalam bisnis, kak. Mungkin juga suatu
saat kau akan membuka restoran yang spesial menunya adalah Mie Kocok dan Gado-Gado.
Restoran spesifik makanan tradisional nusantara. Aku berjanji, aku akan selalu menjadi pelanggan setia restoranmu.
Yah, ini hanya upaya mengibur diri, kak. Karena sampai sekarang aku
belum tahu mau menulis surat yang seperti apa untukmu. Satu upaya untuk
menghilangkan kekikukan menghadapimu. Meskipun aku percaya keisengan ini belum
tentu menghilangkan rasa kikukku padamu.
Salam kenal, Kak Ika. Semoga suatu saat aku bisa menulis sesuatu yang
benar-benar bisa disebut dengan surat untukmu, bukan yang seperti ini. Atau malah
kita bisa bertemu langsung. Semoga…





2 comments:
HUAHAHAHAHAHAHA
SUKAAAA AKU SURATMU HARI INI
NGOCOL BIKIN NGAKAK
MAKASIH BANGET
- ika, tukanggadogadoposcinta
terimakasih, Kak.. :)
Post a Comment