Untuk W Dan Satu Upaya Membujuknya

Gambar dari sini
W,
Einsten pernah nyeletuk, “imajinasi lebih penting daripada pengetahuan” katanya.
Apa yang akan aku tulis berikut ini merupakan salah satu upaya ku untuk mencoba menguji ucapan si jenius itu dan menguji diriku sendiri, meskipun aku sadari kapasitas volume otakku berbeda jauh dengan sang ilmuwan nyentrik ini. 
Aku sedang menyukai membaca buku-buku biografi. Dari buku biografi itu aku bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru dan harapan-harapan baru yang tumbuh melihat kisah para orang sukses itu. Satu hal yang bisa ku tangkap dengan jelas, mereka sukses karena mereka berani mengambil tindakan dan tidak pernah berharap lebih pada keberuntungan. Aku ingin seperti itu, W. Menjadi seorang pria yang lebih baik karena tindakan-tindakannya. Aku membutuhkan kekuatan untuk bertindak. Karena keberuntungan diperoleh oleh orang-orang yang bertindak.

Bicara soal imajinasi, aku sudah melakukan satu tindakan kecil untuk imajinasi itu, W, sedikit bermain-main tapi serius. Aku membikin semacam biografi singkat. Bukan biografi bagaimana keadaan ku sekarang, tapi satu biografi kecil bagaimana keadaanku beberapa tahun kedepan, kupikir ini bisa lima atau tujuh tahun lagi. Aku ingin kau membacanya. Tak banyak, hanya tiga paragraf saja.
W, Aku tidak bisa menawarkan banyak hal padamu, karena aku memang tidak punya banyak hal itu. Aku hanya punya mimpi, satu impian yang kulambungkan setinggi-tingginya dengan segenap keberanian dan pengetahuan ku saat ini. Kuharap ini menjelaskan sesuatu tentangku, W. Aku ingin kau lebih mengenal siapa aku. Bacalah…
***
R, seorang penulis yang setiap akhir pekan sibuk mengelola peternakan ikan di kampungnya ini telah menulis setidaknya 20 novel, 14 diantaranya di cap sebagai best seller nasional. Selain novel ia juga sering menulis cerpen yang dimuat di koran daerah dan koran nasional seperti Padang Ekspres, Riau Pos, Batam Pos Jawa Pos dan Kompas. Disela-sela waktu menulis ia menjadi pengajar ilmu geografi di kampus almamaternya.
Sekarang sedang sibuk mengurus persyaratan-persyaratan dan berkas untuk keberangkatan ke eropa (England) untuk mengikuti beasiswa Doktoral yang di berikan salah satu lembaga PBB. jurusan yang dia ambil adalah Cultural Geography sebagai mayor dan juga mengambil minor dalam bidang Creatif Writing di universitas yang sama. Cambridge University.
Sekarang tinggal di Batusangkar, satu kota kecil yang tenang dan nyaman di kaki Gunung Marapi, Sumatera Barat. Bersama keluarga, dua bidadari, sang istri dan anak perempuan tertua berumur 6 tahun serta satu calon pendekar gagah berumur 4 tahun (sedang dalam usaha buat bikin yang ketiga).
***

W, kupikir kau sudah mengerti salah satu bidadari yang kumaksud itu siapa. Ya, itu kau sendiri. Nah, Bagaimana, W? Apa pendapatmu?

1 comment:

Anonymous said...

W ini istrinya? :D waahw, romantis banget.
besok nulis buat selebtwit yaa :D

- ika, tukangpos