Pertemuan 1


Ah.. sudah lama Awak tidak menulis. Entah apa yang terjadi, selalu saja berulang dan berulang. Semangat Awak untuk menulis turun naik macam lift saja.

Baik, Awak akan coba resep dari Mas A.S Laksana.. Strategi tiga kata,


Coba, apa tiga kata yang kau pikirkan sekarang, pikirkan saja sekarang, tenang dan tak usah menggebu-gebu. Meski kau harus menulis cepat tidak berarti kau harus menulis penuh emosi. Coba kau tengok tulisan Mas Sulak. Dia nulisnya cepat tapi penuh ketenangan dan kalem.

So, apa tiga katanya..

“HUTANG, TANAH, BENGKEL”

Pengembangan 1
Hutang yang membelit  20 tahun terakhir, membuat hidupnya penuh kecemasan dan ketakutan, setiap motor atau mobil yang berhenti di depan warung kecil yang Ia bangun, selalu membuat hatinya seakan terkena serangan jantung. Ia hanya memiliki tanah sepetak, yang Ia tempati sekarang. Di atas tanah sepetak ini berdiri warung kecil yang sekaligus jadi rumahnya. Awalnya disana berdiri bengkel sepeda ayahnya. Setelah ayahnya meninggal, Ia sendiri di kota ini. Ia tahu keadaan tidak akan pernah sama lagi.

Pengembangan 2
Tanah yang Ia pijak sekarang berupa awan. Lembut, kelabu dan mengawang. Sejak Dewa Supadma—dewa bumi—memilih jadi embun. Semua tak sama lagi. Negeri yang dulunya memiliki dasar pondasi yang kukuh untuk maju, sekarang diambang kepunahan. Hutang berbayar. Semuanya hanya tinggal soal waktu. Seribu tahun lalu negeri awan berbuat keliru dengan menggerus sumber daya alamnya dengan begitu buas. Banyak mesin yang ikut merusak kekayaan negeri awan. Kepulan asap dari cerobong membuat gusar orang sekitar. Jangankan untuk orang yang sedang sehat, untuk orang yang menderita hidung tersumbatpun bisa membauinya. Bau asap pekat yang menusuk hidung, melambangkan tingginya tingkat kerusakan. Nah, aku orang yang mempunyai bengkel untuk mesin-mesin itu. Aku yang memastikan mesin raksasa kuning terus bekerja.

selanjutnya, mari kita lakukan Mendel Game.

Berdasarkan cerita diatas coba kau tentukan salah satu tokoh yang patut kita bikin karakternya. Bisa berkaitan atau tidak berkaitan sama sekali dengan strategi tiga kata sebelumnya.
Siapa tokohnya? Montir. Baik, mau kau kawinkan dengan apa? Err.. Hanger?

Montir For Example

+
Hangers

Sekarang buat dari masing-masingnya 10 turunan kata yang lain.

Montir à brewok, oli, kunci, rokok, asam, tegap, kuning, kabur, tangan, laser

Hanger à pink, gantung, baju, rapuh, matahari, jepitan, patah, berkarat, hambar, pudar

Sekarang satukan dan kawinkan mereka.

Disini, kita punya seorang montir pria brewok yang berbadan tegap, baunya asam campur bau oli, selalu membawa kunci-kunci dan obeng di kantong baju berwarna pink. Sebagai petunjuk Ia montir yang cakap. Giginya kuning karena kebanyakan rokok. Jalannya timpang karena pernah terjatuh ketika bergantung untuk memperbaiki AC di sebuah gedung perkantoran. Kakinya patah dan sejak itu penglihatannya juga ikut pudarSejak pincang Ia ditinggal kabur istri yang tidak mau punya seorang suami cacat plus tidak punya pekerjaan. Ketika itu Ia kehilangan matahari hidupnya. Ia hanya tinggal seperti mesin berkarat tidak berfungsi. Seketika Ia jadi montir yang rapuh. Sekarang Ia berbeda, Ia sudah bangkit. Suatu ketika Ia merasa ada cahaya Laser berwarna merah hambar ditembakkan ke kepalanya seperti membuka sumbatan di kepala, Ia tercerahkan, betapa tidak, Ia masih punya tangan untuk melanjutkan hidup. Ia merasa mampu lepas dari jepitan hidup yang keras. Sekarang Ia membuka tempat service elektronik dan mesin-mesin.



No comments: