Hari ini Awak pengen nulis, tapi tak tahu apa yang mau
dituliskan. Sebenarnya, lebih ke tidak tahu cara menyusun kata, kalimat dan
akhirnya nanti menjadi paragraf.
Jadi Awak tuliskan sajalah apa yang ada terlintas di
benak. Apapun yang terlintas mesti awak tulis meski tak ada artinya.
Here we go.
Pagi itu para
wayang itu membahas soal agraria, pertanahan bahasa populernya. Duduk melingkar
di sebuah taman. Bangku yang mereka duduki bangku berasal dari batu kali berwarna keabu-abuan kemudian di pahat menjadi bangku taman layaknya.
Wayang itu
mmm..coba Awak hitung. Ada 6 orang. Dua orang membelakangi Awak, satu orang
menyamping yang terlihat hanya badan sebelah kirinya. Terus, dua orang
menghadap Awak persis dan satu orang lagi hanya badan sebelah kanannya yang
terlihat.
Para wayang
memakai blangkon corak tiga warna,
campuran warna merah, biru dongker dan putih. Baju warna coklat tua. Untuk bawahan
mereka memakai batik warna abu dengan motif setengah lingkaran kecil-kecil.
Mereka sedang
terlibat diskusi seru tampaknya. Terlihat hampir semuanya sedang mengerutkan
kening
“Sudah jadi jelaga, mau bagaimana lagi.” seru seorang wayang yang membelakangi Awak.
“Sudah jadi jelaga, mau bagaimana lagi.” seru seorang wayang yang membelakangi Awak.
“Jadi
jelaga bagaimana maksudnya Kang Mas?” Tanya wayang didepannya.
“Iya,
semuanya sudah tidak ada gunanya lagi. Sudah berjelaga dalam tubuh kita. Sialnya,
itu tidak bisa kita bersihkan, kan kita bawa sampai ke neraka nanti”
“Wah,
jangan begitu Kang mas, semuanya masih bisa diperbaiki”
“tidak,
aku tidak mau, percuma, masak dosa di perbaiki dengan dosa”
Wayang yang
satu itu mendengus berdiri meninggalkan rapat pagi hari di taman.
Benar-benar tidak jelas bukan? Bahkan oleh Awak sendiri barusan itu Awak nulis apa. Lalu datang lagi pikiran lain.
Jadi di
dinding kamar, Awak menempelkan gambar laptop impian. Yup, ketika nulis ini awak
minjam computer kawan. Laptop itu merknya DELL, warna putih mengkilat
alumunium. Core-nya i5-2450 M Turbo. Awak tidak mengerti maksudnya apa. Tapi dari
Core-nya yang pakai embel-embel turbo Awak rasa itu keren. Di tutup atas body (yang
dibelakang layar LCD) didalamnya lingkaran tulisan DELL tercetak jelas. Itu hal lain
yang membuat awak suka laptop ini. Awak sudah dua tahun ini mimpi punya laptop,
tapi sampai sekarang masih belum di kasih rezki, belum waktunya sepertinya. Oya,
BTW my last name is Rezki. #salahfokus
Lalu ada lagi datang setrum pikiran.
Lalu ada lagi datang setrum pikiran.
Awak punya impian jadi penulis. Karena itu pula
Awak pengen sekali punya laptop. Tidak ada hubungan antara laptop sama
menulis sebenarnya. Toh, contohnya tanpa laptop tetap bisa update blog ini kan.
Sebenarnya hanya
setan kuning besar dalam kepala Awak saja punya pemikiran seperti itu. Kenapa namanya pakai kuning segala. Sumpah,
ini tidak ada hubungannya dengan warna salah satu partai besar di negeri ini.
And then…
Ide itu
banyak sekali, apapun itu bisa jadi ide. Saat ini itulah yang tertulis dan
berbicara di benak Awak. Ayo, pikirkan satu ide. Ayo, pasti ada… kalau benak
Awak sudah begini, itu artinya dia tidak bisa bekerja maksimal sebagaimana
mestinya. Sudah berteriak-teriak (memang di dalam benak awak teriakan itu
nyata). Benak awak benar-benar buntu. Tapi Awak ingin menulis. Maka awak
tuliskanlah kebuntuan benak Awak saat menulis ini. Yup, persis saat ini. Benak awak
tidak bisa berpikir apa-apa. Tidak persis juga sebenarnya... #Err
1 comment:
Dan pembaca pun binguuung setelah baca blognya..(•͡˘˛˘ •͡)
Hmm..saya sendiri jg blm trllu mengerti, sbnrny blog it mksdny utk ajang curhat pribadi atau ingin membagikan sebuah cerita yg nntiny brmanfaat tk org lain???
Sorry..mngkn bisa dipertajam lagi..
Post a Comment