Untuk W, Surat Yang Ruwet

W, ada satu akronim menarik dari satu buku yang berhasil masih mendekam erat di benakku. Buku yang sudah aku baca sejak lama.

CANI!. Cara membacanya cukup khas. Kau harus membacanya dengan lafal "kunnai" bukan canai bukan pula kenai.

Kepanjangannya, constant and neverending improvements. Makna sembaranganya adalah, dengan kekuatan yang engkau punya, kau bisa melatih kecakapan untuk terus menerus dan, tak pernah berakhir untuk mengusahakan kemajuan dirimu.



Empat huruf akronim itu bikinan dari seorang motivator kelas dunia, Tony Robbins namanya.
Aku cukup senang membaca buku2 yang menawarkan aroma positif dan motivasi pengembangan diri. Buku Tuan Robbins ini misalnya.

Awalnya aku meyakini moto CANI! Ini bisa diterapkan pada apa-apa saja keinginan kita. Ternyata tidak. Proyek menulis yang sedang aku ikuti ini misalnya. Proyek ini tak lama lagi akan berakhir. Apa-apa yang mesti berakhir tampaknya harus berakhir.

Hampir sebulan penuh aku mulai menulis untukmu, bisa dikatakan rutin. Beberapa hari memang bolong dan, itu kedunguanku sendiri. Kedunguan yang berulang kali aku lakukan. Untuk hal ini sepenuhnya kesalahan ku sendiri. Aku beberapa kali telat mengirimimu surat. Pos nya udah tutup saat aku sedang mengirimkan surat untukmu.

W, hari ini hari spesial untukku. Hari ini aku akan bertemu dengan seorang. Karena bertemu dengan seseorang itulah menjadikanya spesial. Aku sebenarnya ingin menceritakanya padamu. Tapi mengingat judul acaranya yang aku pikir rada mengundang curiga, maka aku putuskan untuk nanti saja menjelaskanya padamu.

Sekarang aku sedang menuju lokasi pertemuan. Ditengah sembraut jalanan ibukota, aku mohon doa darimu. Doakan acaraku hari ini lancar. Berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang telah ditentukan. dan maafkan pula bila tulisanku hari ini macet dan ruwet mirip jalanan ibukota yang sudah kehilangan rasa. Kau tahu,rasa seperti rasaku untukmu. Nanti aku cerita lagi.
***

No comments: