Untuk W, Pelajaran Dari Profesor

Gambar dari sini
W,
Hingga saat ini ada beberapa orang yang menginspirasi perjalanan hidupku, dan aku usahakan melakukan duplikasi terhadap proses sukses mereka. Aku ingin menjadi orang-orang sehebat mereka, aku ingin mengembangkan kecakapan dan bakat ku sehebat mereka. Salah satu caranya adalah dengan bercermin dari mereka, mengukur kekuatan yang aku punya lalu dibandingkan dengan mereka. Karena dengan membandingkan, kupikir aku bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan ku sendiri, mana yang harus aku tambah dan mana yang harus aku pelajari lebih serius lagi. Aku ingin mengenal diriku lebih baik, W. Dan sejauh ini lumayan berhasil. Disini, bisa kukatakan padamu, aku mulai memahami siapa diriku sesungguhnya. Aku mulai kenal baik dengan diriku sendiri.
Ilmu yang engkau dalami sosiologi, bukan? Jadi kurasa kau tahu bahwa seseorang dalam kehidupan bermasyarakat pernah melakukan apa yang disebut dengan proses imitasi. Aku mengimitasi beberapa orang yang kuanggap bisa membuatku menjadi orang yang lebih baik lagi setiap harinya. Selain bapak dan ibuku, aku mengidolai beberapa orang. Salah satunya yang akan aku coba ceritakan padamu sekarang.
Ia seorang Guru Besar di di salah satu universitas terbaik di negeri ini. Aku bersyukur sekali ternyata pernah juga menjadi bagian Universitas ini, W. Namanya Prof. Rhenald Kasali. Tadi pagi aku baca di linimasa, ia seperti sedang memberikan semacam tebak-tebakan, begini katanya “Ada yang tahu apa arti tanggal 9 februari buat saya?” berikutnya ia meretweet beberapa orang yang mencoba menjawab teka-tekinya itu, banyak yang menebak salah dan ada sedikit yang menjawab tebakannya dengan benar. Singkat cerita (aku kurang suka sebenarnya dengan istilah ‘singkat cerita’ ini, W. Tulisanku terlihat seperti kekurangan bahan untuk ditulis saja kayaknya, tapi tak apalah untuk kali ini), ternyata Prof. Kasali hari ini sedang merayakan hari pernikahan yang ke 25 tahun. Ini sebuah sebuah prestasi kalau boleh dibilang begitu. Bayangkan, W. Ia seorang profesor yang aku tahu sekali selain rutin mengajar ia juga rajin menulis dan melakukan penelitian-penelitian. Sudah banyak buku-buku yang ia hasilkan dan itu buku-buku yang baik. 
Lihatlah, W, ia seorang profesor tidak hanya di dunia akademis tapi juga di rumah tangganya sendiri. Kupikir tidaklah gampang menjadi seseorang yang rangkap jabatan begitu. Menjadi pengajar yang baik, peneliti yang dihargai, guru bagi banyak orang, penulis buku-buku best seller dan oh ya, ia juga menjadi seorang yang aplikatif sekali, jadi ia tak hanya menulis buku, penelitian dan melahirkan teori-teori, ia juga mengamalkan ilmunya itu dengan mengadakan gerakan-gerakan perubahan bagi anak-anak muda dan pengusaha muda, dan terutama ia seorang suami yang berhasil dalam rumah tangganya. Sungguh ia merupakan orang yang patut diduplikasi.
Balik lagi kecerita ke soal dirgahayu pernikahan yang ke 25 tahun atau bisa disebut dengan ulang tahun pernikahan perak. Pikiranku jadi mumet sendiri memikirkan bagaimana ia bisa membagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan-pekerjaannya. Sukses dikeluarga, sukses di karir dan sukses di lingkungan sosial. Oh, setelah kubaca tentang profesor ini lebih jauh, ternyata istrinya juga terlibat aktif dalam pergerakan perubahan yang ia rintis. Memang tak ada satu keluarga yang sempurna, tapi keluarga ini nyaris sempurna bukan?
Menurut ilmu sosiologi mu, W, bisakan keluarga ini menjadi contoh dan diduplikasi? Bukankah proses imitasi dan duplikasi dihalalkan dalam ilmu sosiologi mu? Yah, tentu saja duplikasi dan imitasi ini dalam artian positif.
“Pada seorang lelaki hebat, ada wanita hebat dibelakangnya” aku sangat suka kata-kata ini, dan kurasa memang benar adanya. Contohnya Prof. Kasali, dibalik seorang profesor tangguh pasti ia didukung oleh seorang istri yang tangguh pula.
Begini, W. aku meyakini kau punya impian juga menjadi seorang hebat dibalik kesuksesan seorang lelaki, dan ditunjang dengan kecakapanmu dalam ilmu sosiologi, kupikir itu hal yang mudah saja bagimu untuk menilai dan memilih satu diantara beberapa lelaki yang ingin berada didepanmu. Menjadi pemimpin dan imammu. Jadi, siapa yang menjadi pilihanmu,W? Adakah ia seseorang yang ku kenal dengan baik?

***

No comments: