Untuk Kakak Elikah, dan #NaikAgya

Gambar dari sini
Dear, kak Elikah
Sudah dua kali aku menulis surat untukmu. Untuk surat kedua kali ini, biarkan aku menjadi pemuda biasa yang meminta satu hal, padamu. aku akan berterus terang saja dan tak akan berbelit-belit seperti lelaki biasa lain.
Aku sangat meyakini, setiap saat apalagi hari ini. Ada saja lelaki mendatangi dan berterus terang satu hal padamu. Mereka ingin mengajak mu untuk kencan. Mereka disini juga berarti aku sendiri, kak. Maka saat ini juga aku berikan kau pertanyaan,  dengan menunduk dan satu kaki bertumpu pada lutut, mengharap engkau akan menjawab pertanyaanku dengan tiga kata. “Iya, aku bersedia.” Jadi, maukah kau kuajak makan malam akhir pekan ini?

Agar engkau tahu kencan yang akan aku usahakan ini sedikit berbeda, Kak Ika. Ini semacam kencan yang bagi sesiapa yang menjalaninya akan sulit dilupakan. Ingat kata kuncinya, sulit dilupakan.  Kencan di atas kapal pesiar? Sudah banyak film Hollywood yang memberi contoh, tak kreatif. Kencan dipinggir pantai dengan susunan bangku putih dan lilin berbentuk hati? Sudah sering kita lihat di FTV-FTV yang jam 10 pagi, tak imajinatif. Kencan di atap gedung tertinggi di Jakarta? ah di musim hujan begini? Yakin?
Bagaimana kalau ini saja. Kita kencan #NaikAgya yang sedang terjebak di jalanan sore Kota jakarta yang macet? Bukan, kita bukan kencan sambil berkendara. Kita naik mobil, #NaikAgya, tepatnya. Tapi ia tak kita kendarai. Ini kencan didalam mobil yang diatas mobil. Ya, kita kencan dengan #NaikAgya yang sedang berada di punggung truk besar yang sedang berusaha keluar dari macet kota Jakarta. aku punya kenalan yang bisa mewujudkan ajakan ku ini. Truk besar yang sedang membawa sang Agya menuju tempat yang sudah ditentukan. Mungkin kau tak akan bisa membayangkan dimana asyik atau bahkan dimana romantisnya ajakan kencan yang aku ajukan ini. Aku bisa membayangkan untukmu, itu semacam kencan yang sangat memanfaatkan waktu yang sebagian besar orang habiskan dengan sia-sia, terjebak dalam kemacetan. Kau tahu, Nilai efisiensi waktu bisa jadi satu keunggulan dalam ajakan kencanku ini. Saat orang bersuntuk ria, memaki-maki dan menyumpah-nyumpah ditengah jalanan ibukota, maka saat kita kencan, kita akan menikmati kemacetan tanpa buru-buru ingin keluar darinya. Aku bayangkan kita akan berbicara banyak tentang apapun. Tentang dirimu dan tentang aku, tentang apa saja.
Jika hujan turun, lebat dan menyebabkan banjir, maka kita akan anteng saja waktu #NaikAgya kita. Ia berada diatas, jauh dari aspal yang kadang tanpa disadari sudah direndam oleh banjir. Kencan kita tak akan terganggu oleh banjir yang semacam itu.
Jadi bagaimana menurutmu, kakak Pos ku yang baik? Adakah tawaran kencanku ini menarik hatimu. Aku ulangi, kencan yang aku tawarkan ini jika kau terima, percayalah, ini satu kencan yang tak akan pernah engkau lupakan seumur hidupmu. Selain itu jika kau bersedia, aku punya beberapa kejutan lain ketika kita kencan #NaikAgya nanti. Apa kejutanya tentu saja tak akan aku sampaikan disini. Bagaimana? Kau menyukai kejutan?
***

1 comment:

Anonymous said...

iya, trus yang bayar truknya siapa? *mental emakemak*
terima kasih yaakk suratnya, semoga kamu bisa terpilih
semangat teruuussss
-ika, tukangpos