![]() |
| Ilustrasi |
Citayam, liputan69.com – Sepuluh tahun lalu, Nyi Serong menyaksikan Timun Emas pulang sekolah untuk terakhir kalinya. Setelah satu dekade, penculikan atas gadis itu pun terbongkar.
Nyi Serong sedang bekerja di toko donat miliknya ketika
Timun Emas diculik pada 11 September 2003, atau 27 hari sebelum gadis itu
berulang tahun yang ke-6.
“Ambu selama ini berpikir, mungkin ia sudah meninggal
dunia,” ujarnya sekalian bersyukur. Wanita yang tinggal sendiri ini juga
mengaku sedikit khawatir dengan kondisi mental Mumun (panggilan sayang Timun
Emas, Red), setelah kejadian penculikan.
Sementara itu tim forensik Biro Penyelidik Polisi Kerajaan
telah memeriksa sebuah rumah di desa Sukapura, Cianjur. Tempat Timun disekap
sepuluh tahun terakhir, hingga perjuangan dramatis Timun membebaskan diri
dibantu tetangga sang penculik. Polisi tak banyak melansir detil-detil seputar
penculikan dan pembebasan Timun.
Timun Emas ditemukan di rumah Buto Ijo (52), seorang
pengemudi truk pasir sewaan berperawakan raksasa. Tidak ada yang mencurigakan
selama ini kediaman Buto.Tampak bendera Kerajaan Tanah Pasundan terpasang di
rumahnya, berkibar di beranda rumah kayu bertingkat dua itu. Dindingnya
dicat putih, dan atapnya berwarna merah.
Satu jendela ditutup seng berkarat, tetapi itu bukanlah hal yang mencurigakan.
Saat ini, satu-satunya yang berbeda dari rumah itu adalah
daun pintu depan yang rusak. Kian Santang, tetangga Buto, mendobrak paksa pintu
itu setelah mendengar Timun Emas berteriak minta tolong.
Para tetangga pun luar biasa terkejut mengetahui bahwa
Buto Ijo menyembunyikan seorang gadis di rumahnya.
"Seperti ular,
tak ada yang mendengar apapun. Saya tak tahu bagaimana ia menyekapnya. Mungkin
ia punya cara untuk membuat gadis itu tutup mulut?” ujar seorang tetangga,
Mahesa, seorang pemuda berusia 18 tahun.
Nyi iteung berterima kasih kepada polisi kerajaan yang
menangani kasus ini. Nyi iteung terhitung melaporkan kembali kasus ini pada
Rabu (30/10) dini hari pukul 01.00. Polisi langsung bergerak dan pukul 03.30
sudah ada telepon masuk dari polisi kerajaan ke Nyi Iteung yang memberitahukan
pelaku sudah tertangkap dan korban berhasil diselamatkan.
"Pengaduan
saya ke Polisi kerajaan saja belum sempat saya tanda tangani tapi polisi sudah
menangkap pelaku, terimakasih" kata Nyi iteung kalem.
Seorang polisi yang tidak mau disebutkan namanya
mengatakan kepada liputan69.com bahwa kondisi Timun Emas belum begitu stabil.
"Masih trauma, belum bisa bicara banyak." katanya.
Sambit Chama B.W.
Koresponden liputan69.com untuk negeri dongeng Citayam dan
sekitarnya.
sumber foto disini

2 comments:
ini kisah beneran atau hanya kisah yang diambil dari dongeng timun mas :-)
hanya sedikit upaya menggabung beberapa kisah, Mas. fiksi dan nin fiksi. Terimakasih sudah berkunjung.
Post a Comment