“ayo Pak, silahkan, boleh Pak buat anak-anaknya”
Astaga, apa? Gue dipanggil “Pak” sama SPG buku?
Yah… tadi pas kelar ujian, gue memang sempat
jalan-jalan ke Detos, gue ngeliat stand yang menjual buku-buku diskon gitu.
Macem-macem bukunya. Salah satunya gue ngeliat buku-buku berbahasa bilingual
Inggris-Indonesia gitu. Gue tentu aja tertarik ngeliatnya. Nah pas itulah gue
disapa “Pak” sama SPGnya.
Emang kali ya, gue tampangnya udah mirip bapak-bapak
punya anak 4 orang ?
Ya sudahlah, paling nggak gue bisa ngambil hikmah
dari kejadian sore itu. Gue bukan ABG lagi, apalagi anak-anak.
Kalian semua pernah ngalamin “keterkejutan” ga’ sih?
Keterkejutan ini agak laen.kalian tiba-tiba, sekonyong-konyong, mendadak, ya
gitulah pokoknya, kalian nyadar kalo kalian udah berada dalam umur yang bisa
dibilang DEWASA. Momen ini di gue sering kali terjadi pas hari ulang tahun gue.
Walaupun gue ga’ pernah ngerayain ulang tahun, tapi gue selalu introspeksi
(tulisanya bener ga’ ya) dan make a wish
loh…dan setiap tahunya gue dapat pengertian baru tentang makna hidup buat gue
pribadi. Seperti begini:
1. Hidup itu kaya kado hadiah ulang tahun. Penuh kejutan. Kado
yang buuaaanyak banget. Dari satu kejutan ke kejutan lainnya. kita hanya perlu
megang dan buka tuh kado, dan waktu kebuka…Duaaar. Selamat menikmati kadonya,
kado yang kadang nyenengin dan kadang nyesekin.
Tapi paling ga’ setiap tahun kita harus berusaha mendapatkan kado yang
lebih baik.
2. Hidup itu kayak
numpuk buku satu persatu. Hanya persoalan menekan dan ditekan. Buku paling
baguslah yang ga’ ditekan, karna letaknya paling atas, karna manfaat isi bukunya
dan sering dibaca orang. Jadinya walaupun sekali-sekali ditumpuk dibawah, maka
suatu saat akan kembali ke atas. Sekali lagi untuk dibaca dan dimanfaatkan.
3.
Kehidupan itu
kayak mimpi. Impian lebih tepatnya. Sebuah upaya mewujudkan impian, siapa yang
berani bermimpi dan CANI!! (Constant And Neverending Improvement). Akan menjadi
kenyataan.
4. Hidup itu kayak
pecinta alam naik gunung. Seorang pecinta alam haruslah menjadi penikmat alam
dan bukan penakluk alam. Menikmati proses ke Top Sumit dan Sumit-sumit lainya.
5.
Hidup itu kayak
melangkah. Satu langkah kecil-kecil untuk menjadi sebuah langkah besar.
6.
Pernikahan itu kayak
persahabatan penuh gairah dan mesra.
(err..untuk
point terakhir ga’ usah dibaca ulang, gue juga ga’ ngerti kenapa tulisan itu
muncul.. -__- ")
No comments:
Post a Comment