Sabtu, 26 Mei 2012 12:04
Yth. Ibu2 dan Bapak2 peminat/alumni pendidikan ilmu Geografi,
Sekedar menambah wacana dan mudah2an pengetahuan kita, saya lampirkan
salah satu trend dunia yang juga sudah jadi agenda pendidikan ilmu geografi.
Tren ini tidak lepas dari deklarasi PBB melalui UNESCO/UNEP untuk agenda besar
Decade of Education for Sustainable Development 2005-2014. IGU telah
berinisiatif untuk berpartisipasi dengan mengeluarkan Deklarasi Lucerne
(terlampir) tahun 2007. Kebetulan saya ikut diminta UNESCO Indonesia untuk
berpartisipasi dalam sejumlah program ini dari tahun 2007/8.
Mudah2an bermanfaat dan menjadi pengkayaan dalam pembahasan
terkait RUU Pendidikan.
wass.,
triarko nurlambang
Pusat Penelitian Geografi Terapan
Universitas Indonesia
Dari: sugeng utaya <sugengutaya@yahoo.com>
Kepada: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com>
Dikirim: Jumat, 25 Mei 2012 13:39
Judul: Re: Bls: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
Kepada: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com>
Dikirim: Jumat, 25 Mei 2012 13:39
Judul: Re: Bls: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
Yth Rekan Geograf di
Indonesia
Nderek nimbrung
Sekedar informasi, dan
sekaligus sebagai info penting untuk klarifikasi.
Perlu rekan-rekan
ketahui bahwa GEO-UM Malang balik kucing ke IPS itu karena pada saat itu Prodi
kami Pendidikan Geografi, dan karena ilmu pendidikan itu masuk rumpun IPS, maka
kayaknya tidak ada yang salah dari balik kucing tersebut. Kalau Geo-UM tidak
mau kembali ke IPS, so pasti kami tidak akan dilibatkan dalam berbagai kancah
kegiatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (pendidikan) di Indonesia,
plus tetek bengeknya. Realitas yang mau tidak mau harus dihadapi ......
celakahlah Geo UM ..... kalau cuma penonton doang.
Nah .... mulai tahun
2012 UM buka S-1 GEOGRAFI masuk dalam SNMPTN (melengkapi Prodi S-1, S-2, S-3
Pend. Geografi yang telah ada). Untuk prodi Geo murni kami dibebaskan memilih,
mau masuk kelompok IPA atau IPS, Pimpinan UM memberi kebebasan (artinya ROH IPA
dalam geografi masih diakui oleh orang dari ilmu lain). Namun demikian, mohon
maaf kepada teman2 IGI, karena kami tidak mau ambil resiko yaitu baru dibuka
ternyata sepi peminat yang bisa berdampak pada ditutup kembali. Tentunya .....
kami MALU sama tetangga sebelah khan. Maka untuk tahun pertama ini dewan dosen
memutuskan Geografi UM pada SNMPTN 2012 berada pada kelompok IPS. Saya tidak
tahu tahun depan ada dimana ??? Mungkin berubah, tetapi tentu melihat arah
hembusan angin dulu. Penjelasan ini jelas bukan alasan akademis, tetapi lebih
hanya sebagai strategi berjualan geo saja.
Lalu apa posisi
geografi??? Tentu Geografi murni masih sangat relevan berada di kelompok IPA,
karena argumen teman2 IGI terdahulu. Pengalaman kami dari segi kualitas input
memang bagus anak IPA. Tetapi ya monggo sak kersane teman2, mau kemana.....yang
penting kita kompak selalu. Wong dimanapun kita berada, so pasti kita menanam
benih geograf-geograf baru. Darimanapun asal PT mereka, pasti mereka nanti
berkeinginan membangun komunitas seperti kita juga. Tetapi kalau IGI mau berjuang
ya harus kita dukung rame-rame .... setuju khan?
Terimakasih
Dari Malang
Sugeng Utaya
From: gusti arjana <gustiarjana@yahoo.com>
To: IGI-net@yahoogroups.com
Sent: Friday, May 18, 2012 2:39 PM
Subject: Bls: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
To: IGI-net@yahoogroups.com
Sent: Friday, May 18, 2012 2:39 PM
Subject: Bls: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
Yth: Para Geograf Indonesia
Anggota IGI se Indonesia Salam Geografi Ijinkan saya ikut nimbrung di tengah kegalauan ketika merespon masalah Geografi termasuk bidang ilmu Ilmu Sosial atau Eksakta. Berikut ini sy mencoba melirik referensi yg pernah dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 2007 antara lain untuk Perpustakaan dan pengelompokkan ilmu dalam Sertifikasi Dosen: Referensi I: Bidang Ilmu ada 10, Bidang Ilmu IX Ilmu-Ilmu MIPA, terdiri dari 14 sub bidang, Geografi nomor urut 8 Referensi II: Rumpun ilmu ada 12, Sub Rumpun 41 dan > 100 bidang ilmu. Geografi masuk pada 2 Rumpun dan 3 Sub Rumpun: 1. Rumpun I Ilmu adalah MIPA Sub Rumpun: Ilmu Kebumian dan Angkasa (Astronomi, Geografi, Geologi, Geofisika, Meteorologi dan GeofisikaLain. 2. Rumpun XI adalah Ilmu Pendidikan, a. Sub Rumpun Pendidikan I adalah Ilmu Sosial (Semua jenis ilmu/program studi yang dikembangkan di FKIP, ada > 14 bidang, Pendidikan Geografi pada urutan ke 4). b. Sub Rumpun 4 adalah Pendidikan MIPA terdiri dari > 7 rumpun yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia,Pendidikan Sains, Pendidikan Geografi dan Pendidikan Lain. Kita sering mendengar ada kelompok Ilmu Antar Bidang (Interdisiplin) yakni Ilmu Lingkungan, Ilmu Kependudukan, Ilmu Budaya Dasar,lmu Sosial Dasar. Pak Projo mengusulkan, Geografi masuk sebagai Ilmu Terapan (Applied Science), kalau demikian Geografi tidak sebagai Ilmu Murni (Pure Science) . Dalam konteks ini saya berfikir,masuk ke dalam bidang interdispilin juga OK karena hakekat Geografi mengkaji aspek fisikal bumi dan unsur manusia bagian dari aspek sosial. Silahkan teman-teman merespon/. Wassalam Kupang 18 Mei 2012 IGB Arjana, FKIP Undana. --- Pada Kam, 17/5/12, triarko nurlambang <triarko@yahoo.com> menulis: Dari: triarko nurlambang <triarko@yahoo.com> Judul: Bls: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT Kepada: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com> Tanggal: Kamis, 17 Mei, 2012, 7:58 PM
pak Luthfi Yth.
Silahkan baca Handbook of Geographical Knowledge terbitan Sage
tahun 2011, khususnya pada Bab 1 dan 45 atau buku Key Thinkers in Space and
Place, terbitan Sage tahun 2004.
![]() ![]()
Mudah2an bermanfaat.
wass.,
triarko
Dari: Luthfi Muta'ali
<luthfi.mutaali@gmail.com>
Kepada: IGI-net@yahoogroups.com Dikirim: Jumat, 18 Mei 2012 6:25 Judul: Re: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
klo mengacu pada definisi UU dan literatur
geografi juga tambahan info dari pak trarko sebelumnya tentang posisi
geografi di dunia, terlihat agak susah memasukkan geografi dalam sosial atau
alam. saya melihatnya ini masalah taktis saja, sehingga saya sepakat dengan
pendapat "tengah" dari pak projo. kebetulan sampai sekarang yang
curhat dimailing list ini kan cenderung ke IPA. belum ada suara dari
teman-teman lain yang cenderung IPS. jangan sampai kalau kita usulkan ke DPR
nanti malah jadi kontraproduktif karena teman-teman lain protes dengan nada
yang berlawanan. Iki piye tho? ... hehehe.
tapi memang perlu dicek perkembangan draft terakhir tentang materi penjelasan pasal-pasal tersebut, syukur kalau batal .. hehe
2012/5/16 hartono geo
<hartonogeografi@yahoo.co.id>
YTH, Para Geograf,
Pilihan Pak Projo,
memang dapat menjadi alternatif untuk berlindung, agar ilmu kita tetap jalan
seperti ini, tidak dimasukan dalam skenario RUU tersebut. Akan tetapi perlu
diwaspadai dan dicheck lagi, apakah susunan jenis ilmu dalam pasal 10
tersebut masih mantap dan tidak berubah ? Dalam pembahasan di UGM, saya
mendengar perwakilan dari Ilmu Filsafat, menyanggah adanya jenis Ilmu Terapan
tersebut. Beliau menyebutkan bahwa tidak ada ilmu yang tidak terapan. Yang perlu
dicheck adalah apakah saran yang beliau berikan tersebut berhenti pada saran
lisan, atau sampai dengan saran tertulis yang sudah diterima oleh Komisi X.
Kalau saya tetap
bertahan di ranah Ilmu Alam, dengan alasan : obyek kajian geografi sebagian
besar berada pada ranah ilmu alam. Geografi mempelajari geosfer, yang terdiri
dari lithos, hidros, atmos, bios, dan antroposfer. Empat dari 5 sub obyek
kajian geografi berada pada ilmu alam. Materi ini yang juga dapat dijumpai
pada naskah akademik UU nomor 4 tahun 2011 tentang Tata Kelola Informasi
Geospasial. Perkembangan PJ memudahkan geograf memahami alam dan isinya,
dengan dasar ilmu geomorfologi, sebagai perantara kajiannya. SIG mendukung
terbentuknya informasi spasial dengan pengelolaan informasi geografi (5
sphere tsb), atau obyek Abiotik, Biotik, Cultural, dari kacamata lingkungan
(ekologi), yang merupakan hampiran utama dalam geografi. Kedua teknik tsb
merupakan bagian dari 10 teknologi informasi geografi (sesuai ISO 211).
Pengembangan Laboratoriumnya merupakan syarat penting pengembangan ilmu
geografi.
Selamat berjuang, semoga sukses
Hartono
FaK. Geo. UGM Bulaksumur 55281Yogyakarta
Dari: su kamdi <kamdi_cpps@yahoo.com>
Kepada: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com> Dikirim: Selasa, 15 Mei 2012 14:34 Judul: Re: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
Yth : bapak dan ibu
Mohon ijin urun
rembug. Saya sependapat dengan Pak projo, secara realistis yang dapat kita
usulkan adalah geografi masuk ke dalam rumpun ilmu terapan (terlepas dari perdebatan
akademik yang ada di dalamnya) dengan memperhatikan batasan rumpun ilmu
sosial, ilmu alam dan ilmu terapan sebagaimana tercantum dalam dfart UU-PT.
Kalau tidak salah hal ini juga menjadi salah satu kesepakatan di komisi I
senat fakultas geografi UGM. Barangkali yang perlu dibahas (dalam waktu yang
singkat) adalah bagaimana kita memasukkan usulan tersebut ke DPR. Dapat
dibuat usulan tertulis melalui IGI sebagai organisasi profesi dan atau
fakultas/ jurusan.
terima kasih
Sukamdi
Faculty of Geography Gadjah Mada University Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia Phone : (0274)- 6492341, 589595 Fax : (0274)- 589595
From: Projo Danoedoro
<projo.danoedoro@yahoo.com>
To: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com> Sent: Tuesday, May 15, 2012 2:21 PM Subject: [IGI-net] Masih tentang kedudukan ilmu geografi di UU-PT
Bapak Ibu,
Mohon maaf sempat
tidak aktif lama sekali dalam forum ini.
Saya ingin menanggapi
isyu tentang kedudukan ilmu geografi seperti yang tercantum pada (R)UU-PT,
dan menimbulkan silang pendapat yang cukup hangat.
Pertama, secara
pribadi saya tidak nyaman dengan campur tangan politik (DPR/UU) terlalu dalam
tentang ontologi sebuah cabang pengetahuan. Hal ini sudah saya
sampaikan dalam forum internal di Fakultas Geografi UGM. Apa perlu sih,
pengelompokan bidang ilmu diatur oleh undang-undang? Bukankah itu
seharusnya diatur oleh masayarakat ilmiah setiap bidang ilmu itu sendiri?
Kedua, sebagai anggota
masyarakat geografi (IGI) tampaknya saya juga perlu punya sikap formal yang
tidak sekadar sebal begitu saja. Penentuan kelompok bidang ilmu di UU
itu nantinya bisa membawa konsekuensi panjang, termasuk misalnya ke jenis tes
masuk perguruan tinggi untuk bidang geografi: IPA atau IPS? Artinya,
pilihan ini bukan sekadar suka atau tidak suka, ilmiah atau tidak ilmiah,
melainkan taktis-tidaknya --dengan mempertimbangkan 'masa depan' kedudukan
geografi di perguruan tinggi.
Ketiga, mari kita
lihat definisi ilmu sosial dna ilmu alam menurut draft versi 9 April 2012
(Penjelasan Pasal 10 ayat 2):
Huruf c
"Rumpun ilmu sosial merupakan rumpun ilmu yang mengkaji dan mendalami hubungan antar manusia dan berbagai fenomena masyarakat, antara lain, meliputi ilmu antropologi, arkeologi, kajian wilayah, budaya dan etnik, ekonomika, gender dan kajian gender, geografi, politik, psikologi, dan sosiologi."
Komentar: Artinya, geografi yang mengkaji masalah
manusia dalam konteks interaksi dengan lingkungan (abiotik, biotik,
kultural/sosial) tidak bisa dimasukkan ke sini, karena yang dikaji adalah
masalah manusia dan masyarakat, padahal kita mengkaji lebih dari itu.
Huruf d
Rumpun ilmu alam merupakan rumpun ilmu yang mengkaji dan mendalami alam semesta selain manusia, antara lain, meliputi ilmu angkasa, kebumian, biologi, kimia, dan fisika.
Komentar: Artinya, geografi pun tidak pas masuk ke
sini, karena yang dikaji adalah alam semesta SELAIN manusia.
Daripada kita sibuk
menggugat (R)UU dengan alasan-alasan akademis dan filosofi keilmuan yang
tentunya mereka tidak mau paham, dan kemungkinan akan jauh lebih
sulit, bagaimana kalau kita usulkan saja bahwa geografi masuk ke 'ilmu
terapan', seeprti mereka definisikan seperti di bawah ini:
Huruf f
Rumpun ilmu terapan merupakan rumpun ilmu yang mengkaji dan mendalami aplikasi dari ilmu-ilmu di atas, antara lain, ilmu pertanian, arsitektur dan perencanaan, bisnis, pendidikan, teknik, kehutanan dan lingkungan, keluarga dan konsumen, kesehatan, olahraga, jurnalisme media dan komunikasi, hukum, perpustakaan dan permuseuman, militer, administrasi publik, kerja sosial, dan transportasi.
Secara pragmatis,
bukankah kita selama ini lebih application-oriented? Bukankah kita
bukan termasuk ilmu alam dasar, bukan ilmu sosial dasar, tetapi justsru
memadukan dan menjembatani kedua bidang (dna bidang lain) dalam menyelesaikan
berbaai masalah dalam konteks ruang, kewilayahan dan ekologis? Mohon
bisa dilihat ilmu-ilmu lain yang ada di sana, dan kita bisa merasa bersaudara
:). Kalau pilihan ini kita tawarkan/usulkan ke DPR, dampaknya relatif
kecil. mau tes masuk IPA atau IPS ya tidak akan jadi bahan
gugatan. mau banyak kerjaan mengarah ke aplikasi macam-macam ya tidak
masalah.
Keempat, sementara
itu, biarlah kedudukan geografi secara murni ilmiah kita perdebatkan secara
internal saja. Kalau sependapat, kita bisa mengusulkan hal ini ke DPR.
Terima kasih dan
salam,
Projo
PROJO DANOEDORO
BSc,Drs (UGM), PGradDip RurLandEcol.,MSc
(ITC), PhD (UQ)
Senior Lecturer in
Remote Sensing and GIS
Department of Geographical Information Science and Regional Development
Head of PUSPICS
(Centre for Remote Sensing and GIS)
Faculty of
Geography, Gadjah Mada University - Yogyakarta 55281
Phone: +62 274 649 1217/1218, +62 274 521 459, Fax: +62 274 521 459
I N
D O N E S I A
From: djoko harmantyo
<djokoharmantyo@yahoo.com>
To: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com> Sent: Tuesday, May 15, 2012 11:54 AM Subject: Re: [IGI-net] Fw: [deptgeo_ui] Fw: RUU PENDIDIKAN-tambahan
Setuju Prof.
Junun. Inti dari pernyataan Bapak sama dengan konsep yang sedang kami
buat untuk kami sampaikan ke Komisi X DPR sebagai masukan.
Hal lain juga kami
singgung mengenai tidak ada relevansinya lembaga Legislatif mengurusi
pembidangan ilmu yang sesungguhnya menjadi ranah para ilmuwan
yang memiliki
kebebasan akademik dan sifat independen.
Sejarah kenapa
Geografi dimasukkan ke bidang MIPA sesungguhnya lebih terkait pada proses
pembelajaran di mana Geografi membutuhkan fasilitas laboratorium
di mana dalam
kebijakan Diknas slot alokasi anggaran penyediaan fasilitas laboratorium
hanya ada bagi bidang eksakta, sedang bidang ilmu sosial tidak ada.
Apalagi saat ini
fasilitas laboratorium tersebut ( a.l SIG dan PJ) menjadi suatu keharusan
untuk belajar Geografi, sementara itu harganya sangat mahal sehingga perlu
bantuan
pendanaan dari
pemerintah. Mudah-mudahan masih dapat mengejar jadwal tayang pembahasan RUU
Pendidikan di Senayan.
Wassalam.
DHA
.
From: Junun sartohadi
<panyidiksiti@gmail.com>
To: IGI-net@yahoogroups.com Sent: Monday, 14 May 2012, 13:25 Subject: Re: [IGI-net] Fw: [deptgeo_ui] Fw: RUU PENDIDIKAN-tambahan
Janganlah kita terjebak
ke dalam pertanyaan itu. Apakah masih relevan bertanya mengenai hal itu.
Bukankah agenda kita untuk membuktikan bahwa geografi itu bisa apa lebih
penting? Jika kita melihat bidang aplikasi kita, pertanyaannya adalah:
cukupkah kita diwadahi dalam bidang social science? or natural science?
Ilmu kita itu ilmu tertua dibidang
geo-science, kok abad 21 malah dipertanyakan kembali sebuah masalah yang
mestinya ada di perkembangan ilmu geografi jaman Marcopolo... he he he he
2012/5/13 triarko
nurlambang <triarko@yahoo.com>
Ini sekedar satu
pandangan sebagai pemicu diskusi yang saya ambil dari pendapat seseorang di
Wiki-Answer:
Is geography
a pure social science or pure natural science?
Answer:
It's a social science, but incorporates much of the natural
sciences and is often considered a holistic science.
By most contemporary definitions geography is the study of processes that connect a phenomenon to a spatial element on earth as they relate to the human experience. The human experience part makes it a social science, but the phenomenon can be natural (physical or biological) or social. Some geographers lean more heavily towards the natural sciences than others. For example in remote sensing, environmental ecology, pedology, geomorphology and climatology. But, within geography these subfields eventually will lead back to social sciences because the reason for studying these topics somehow impacts humans. When these topics are studied without an interest in humanity they tend fall more in the natural/physical sciences such as biology, geology, or computer science/engineering than geography. Aftab laghari Read more: http://wiki.answers.com/Q/Is_geography_a_pure_social_science_or_pure_natural_science#ixzz1uheWcol4
Dari: triarko nurlambang <triarko@gmail.com>
Kepada: IGI-net@yahoogroups.com Cc: spatial-net@yahoogroups.com; deptgeo_ui@yahoogroups.com Dikirim: Minggu, 13 Mei 2012 7:11 Judul: Re: [IGI-net] Fw: [deptgeo_ui] Fw: RUU PENDIDIKAN
Bapak2/Ibu2/saudara2
peminat ilmu Geografi,
Menanggapi semangat
merespon RUU Pendidikan yang menempatkan ilmu geografi sebagai bagian dari
Ilmu Sosial adalah "malapetaka", berikut saya sampaikan sedikit
hasil penelusuran saya tentang kondisi terkini ilmu Geografi yang dilihat
dari perspektif universitas ungggulan untuk ilmu geografi berdasarkan
penilaian QS yang menggunakan kriteria: academic, employers dan citations.
Untuk tahun 2011 peringkat no 1 dipegang oleh University of Oxford . Terkait
dengan 'semangat di atas', dalam QS (lembaga penilai peringkat universitas
dunia) ini ilmu geografi dikategorikan dalam kelompok ilmu Humanities and
Arts. Adapun peringkat top 20-21 universitas di dunia yang mengembangkan ilmu
geografi beruturut-turut adalah: 1) Univ. of Oxford, 2) Univ. of California
Barkeley, 3) Harvard Univ., 4) Univ. of Cambridge, 5) Univ. of California LA,
6) Australian National University, 7)Stanford Univ., 8) Yale Univ., 9) Univ.
of Chicago, 10) Nat. Univ. of Singapore, 11) Princenton Univ., 12) The Univ.
of Tokyo, 13) London School of Econ. & Political Science, 14) Univ. of
British Columbia (Canada), 15) Columbia Univ. (AS), 16) Univ. of Toronto, 17)
McGill Univ. (Canada), 18) MIT, 19) Peking Univ., 20) Univ. of Hong Kong, 21)
Univ. of Sydney. Daftar Top 20-21 tsb menunjukkan bahwa dominasi pengembangan
ilmu geografi ada di belahan Britania Raya dan Amerika Utara (AS dan Kanada).
Sebagai contoh untuk
memicu pemikiran kita "apakah betul geografi ada dalam kelompok (hanya)
Ilmu Sosial?" atau harus dimasukan dalam kelompok ilmu lainnya? berikut
sedikit penjelasan pandangan ttg ilmu geografi dari University of Oxford yang
menjadi perinkat no. 1 dunia untuk geografi tahun 2011 (diambil dari web
sitenya):
Geography
What is Geography?
Geography is a diverse discipline that bridges the arts,
social and natural sciences, providing a broad education and addressing
pressing issues including environmental change, regional and global
inequalities, the transformation of global economy and culture, ethnic
segregation, urbanisation, planning, natural hazards, and many more. Students
obtain a coherent view of the rapidly changing world and the ways in which
society influences and is influenced by it.
Geography at Oxford
TThe Oxford Geography degree focuses on the interrelationships
between society and the physical and human environment. Students are
introduced to the full range of geographical topics in the foundational
courses, which they can then follow up in more detail in the optional papers.
There is considerable emphasis on interdisciplinary approaches in the course,
with opportunities to explore the crossfertilisation between geography and
other disciplines, such as anthropology, sociology, history, political
science, economics, earth sciences and biology.
The tutorial system offers ample opportunity for independent
work and the pursuit of subjects of particular interest. Seminars and classes
offer the chance to interact with other students in discussing specific
issues. Many special lectures by visiting speakers, both within and outside
the School of Geography, enrich the opportunities open to Oxford geographers.
The facilities in the School are among the best in the
country. The Radcliffe Science Library holds a geography collection, which
has 107,000 volumes, and the Library has subscriptions to more than 200
journals, many of which are online. Computerised search and database systems
are provided. Students may also use the extensive library resources elsewhere
in the University. Students taking the Physical Geography options will use
the well-equipped laboratories both for practical courses and for individual
research projects.
Silahkan menelusuri
pandangan dari Top 20-21 universitas unggulan tsb di atas, apakah mereka
mengkelompokan ilmu geografi atas kelompok ilmu sosial atau ilmu yang lain?
apakah ilmu geografi by nature harus dipecah-pecah dan menjadi disiplin
(sub-disiplin) ilmu sendiri? apakah pengelompokan semacam ini
harus diundang-undangkan dan kemudian dibuat aturan-aturan turunannya sampai
pada aturan universitas? (menjadi peng-administrasian perkembangan ilmu), yang
juga cukup mendasar adalah pertanyaan apakah geografi itu sebuah domain ilmu
atau perspektif, seperti manajemen, sejarah, sistem informasi?
Mungkin pertanyaan2 di
atas lebih tepat menjadi bahan diskusi dalam agenda IGI ya........... selain
mengembangkan paguyuban lulusan sekolah-sekolah geografi Indonesia yang sudah
berkembang lebih baik melalui milis IGI ini.
Mudah2an ada
manfaatnya.
wass.,
Triarko Nurlambang
Pusat Penelitian Geografi Terapan UI
2012/5/9 kuswaji
DWIPRIYONO <KUSWAJI@yahoo.com>
ass.wr.wb OK pak Joko
dkk..anak buah sap mendukung untuk memperjuangkan Geografi tetap ada di
Kelompok IPA..syukur kalau ada kelonpok baru..Ilmu-ilmu Kebumian
From: supriatna supriatna <ysupris@yahoo.com>
To: "IGI-net@yahoogroups.com" <IGI-net@yahoogroups.com> Sent: Monday, May 7, 2012 10:51 PM Subject: [IGI-net] Fw: [deptgeo_ui] Fw: RUU PENDIDIKAN [1 Attachment]
Ass. Yth. Pak Djoko.
Ada pada pasal 10,
ayat 2, point c.
From: djoko harmantyo
<djokoharmantyo@yahoo.com>
To: "deptgeo_ui@yahoogroups.com" <deptgeo_ui@yahoogroups.com> Sent: Tuesday, May 8, 2012 12:30 PM Subject: [deptgeo_ui] Fw: RUU PENDIDIKAN
----- Forwarded
Message -----
From: djoko harmantyo <djokoharmantyo@yahoo.com> To: "igi-net@yahoogroups.com" <igi-net@yahoogroups.com> Sent: Tuesday, 8 May 2012, 12:28 Subject: RUU PENDIDIKAN
Dear All.
Saya memperoleh
informasi via sms dari Prof . Sutikno bahwa dalam draft RUU Pendidikan
tertera kalimat yang menyatakan bahwa Geografi dimasukkan dalam kelompok Ilmu
Sosial, secara substansial mengubah sistem yang sudah ada yaitu bahwa
Geografi masuk dalam kelompok MIPA. Menurut beliau hal ini menjadi malapetaka
bagi kita. Selanjutnya beliau minta IGI secara aktif merespon hal
tersebut dengan cepat sebelum RUU Pendidikan diketok palu oleh DPR. Menurut
saya, himbauan beliau layak dan patut direspon segera. Mohon bantuan
rekan-rekan apabila memiliki draft RUU Pendidikan dimaksud dapat dikirim
via alamat email igi-net@yahoogroups.com untuk dikaji bersama. Penolakan
terhadap RUU Pendidikan terjadi dimana-mana sesuai aspek masing masing,
tinggal kita bagaimana?
DHA
--
Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc. Visiting Professor at the Institute for Technology and Resources Management in the Tropic and Subtropic (ITT) Cologne University of Applied Science (CUAS) Betzdorfer Str. 2 50679 Cologne GERMANY Telp. (0)221-8275-2416 Facs. (0)221-8275-2736y Vice Program Manager M.Sc Geoinformation for Spatial Planning and Risk Management, Graduate School, Gadjah Mada University, INDONESIA |
_,___
2 of 2 File(s)
Sumber: spatial-net@yahoogroups.com
deptgeo_ui@yahoogroups.com
IGI-net@yahoogroups.com


No comments:
Post a Comment